Jumat, 05 Juli 2013

Kata Kata Ir. Soekarno

1 komentar


Kata Kata Mutiara Bijak Dari Ir. Soekarno sang proklamator dan presiden pertama Negara Republik Indonesia. Selain namanya dan semua jasa - jasa dari beliau sampai sekarang masih di kenang, ternyata ucapan - ucapanya juga masih banyak yang melekat di pikiran dan hati rakyat Indonesia. Coba siapa yang gak kenal dengan sosok yang satu ini, jangankan orang indonesia, orang dari mancanegarapun pada mengenal bahkan banyak sekali yang mengidolakan sosok beliau.








Untuk mengenang jasa - jasa dari beliau, saya akan mencoba memberikan informasi yang masih bersangkutan dengan Ir. Soekarno yaitu tentang kata - kata mutiara bijak yang penuh dengan rasa cinta terhadap tanah air. Di antara dari sekian banyak yang tersedia di si sageba , semoga ada yang menjadi sebuah inspirasi buat kita semua..Amin.. Silahkan pilih sajah mana yang kalian suka di bawah :










Kita bangsa besar, kita bukan Bangsa tempe. Kita tdk akan mengemis, kita tdk akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik mkn gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. "Pidato HUT Proklamasi, 1963"



Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tp perjuanganmu akAn lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. – "Bung Karno" 




Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. "Bung Karno"




Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. 



Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat. (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)


“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)



Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang. "Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno".



“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno).





“Merdeka hanyalah sebuah jembatan. Walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis!”



“Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam”




“Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali”




“Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat tehnologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme”



“Nasionalisme kita adalah nasionalisme yang membuat kita menjadi perkakasnya Tuhan, dan membuat kita menjadi hidup di dalamrokh”




“Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”



“Nasionalisme eropa adalah satu nasionalisme yang bersifat serang menyerang. Satu nasionalisme yang mengejar keperluan Beograd. Satu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi. Nasionalisme semacam itu pastilah salah, pastilah binasa”



"Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).



Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke! (Bung Karno)




Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.
( Bung Karno)





Itu semua hanya beberapa kata kata beliau yang jadi favoritku, Sebenernya masih banyak lagi kata-kata beliau yang lainnya. Sekian dan semoga bisa menginspirasi Anda sekalian,,,,





Untuk Kritik, Saran, dan Keluhan silahkan layangkan lewat post komentar dibawah ini, Thanks!

1 komentar:

Poskan Komentar